Danau Brokopondo, Cahaya Terang Suriname

Suriname pada awal mulanya adalah salah satu yang termasuk di dalam daerah yang bernama Guyana Karibania, Amerika Selatan. Kata Guyana berarti dataran luas yang dialiri oleh banyak sungai dan Karibania dari kata Caribs yaitu nama penduduk asli yang pertama kali mendiami dataran tersebut. Dalam suatu cerita fiktif “El Dorado”, Guyana digambarkan sebagai suatu wilayah yang kaya akan kandungan emas. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa cerita fiktif tersebut merupakan salah satu faktor yang mendorong negara-negara di Eropa untuk bersaing menguasai Guyana Karibania. Akibat persaingan tersebut akhirnya Guyana Karibania ini terpecah-pecah menjadi 5 bagian,  yaitu Guyana Espanola (Venezuela); Inglesa (Guyana); Holandesa (Suriname); Francesa (Guyana Perancis) dan Portuguesa (bagian dari wilayah Brasil). Dan posisi Suriname terletak di bagian tengah dari wilayah Guyana Karibania yang terbagi-bagi tersebut  dengan luas wilayah kurang lebih 163.265 kilometer persegi. Batas bagian timur wilayah Suriname adalah Sungai Marowijne yang memisahkan Suriname dengan Guyana Perancis, di bagian selatan terdapat deretan pegunungan Acarai dan Toemoe hoemak yang memisahkan Suriname dengan wilayah Brasil. Di bagian barat berbatasan dengan wilayah Guyana yang ditandai oleh aliran Sungai Corantijne, sementara di bagian utara dibatasi oleh garis pantai Samudera Atlantik.

Suriname sendiri terbagi dalam 10 distrik, yaitu distrik Brokopondo, distrik Commewijne, distrik Coronie, distrik Marowijne, distrik Nickerie, distrik Para, distrik Paramaribo, distrik Saramacca, distrik Sipaliwini, dan distrik Wanica. Di distrik Brokopondo ini terdapat danau buatan yang besar. Jarak tempuh Danau Brokopondo ini sekitar 100 km dari ibukota Suriname, Paramaribo. Danau ini terbentuk dari bendungan Afobakka yang membendung aliran sungai Suriname Rivier. Luas Danau ini kurang lebih 12.200 km persegi. Awal mula dibendungnya sungai Suriname Rivier ini sebenarnya bertujuan menjadi pembangkit tenaga listrik untuk sebuah Pabrik Bouksit Amerika yang bernama Suralco. Ini merupakan salah satu pabrik terbesar yang Suriname miliki. Namun sekarang pabrik itu sudah tutup, dan bendungan Afobakka sekarang beralih fungsi menjadi pembangkit listrik untuk Suriname. Danau ini menjadi sumber terang bagi seluruh penduduk Suriname.

Sebelum adanya Pabrik Bouksit Suralco ini, sebenarnya daerah afobakka ini adalah bagian dari hutan amazon yang di dalamnya banyak berdiri desa-desa kecil penduduk pedalaman Amazon. Kebanyakan penduduk yang menetap di daerah Afobakka adalah orang kreol/hitam. Pola hidup sederhana dan tradisional sangat melekat dalam kehidupan penduduk Afobakka. Namun setelah ada Pabrik tersebut, maka dibuatlah bendungan Afobakka. Penduduk yang desanya harus terendam terpaksa mengungsi. Entah mengungsi ke kota, hidup dipinggiran danau atau malah pindah menuju ke hilir sungai Suriname Rivier. Mayoritas masyarakat Afobakka dan pinggiran sungai Suriname Rivier tidak suka difoto. Bila kita ingin mengambil gambar mereka, kita harus meminta ijin terlebih dahulu. Konon katanya ada kejadian mistik bila kita melanggarnya. 

Di pinggiran danau Brokopondo, ada sebuah dermaga Afobakka. Dermaga ini adalah salah satu tempat penghubung perekonomian penduduk Suriname di daerah pedalaman, menjadi transit terakhir akomodasi darat. Selebihnya harus melalui kapal boat untuk menjangkau area pedalaman-pedalaman sepajang sungai Suriname Rivier. Di area Dermaga ini, banyak rumah-rumah penduduk tradisional yang berdiri berderet sepanjang bibir danau, mungkin mereka merupakan bagian penduduk desa yang desanya digenangi danau Brokopondo. Layaknya sebuah kota kecil, tetap ada toko, pom bensin, sekolahan dan lain-lainnya. Untuk kendaraan mayoritas adalah mobil carteran yang memuat bahan bahan kebutuhan sehari-hari dari kota.

Danau Brokopondo ini danau yang unik. Keunikannya terletak pada pemandangan ditengah danaunya. Karena dulu adalah sebuah hutan yang digenangkan air sungai Suriname Rivier jadinya banyak ranting-ranting pohon yang muncul ke permukaan danau. Bagi perahu yang melewatinya harus sangat berhati-hati sekali karena ranting pohon sangat keras sehingga mudah merobek badan kapal sehingga untuk mengitari danau ini membutuhkan waktu yang begitu lama. Selain itu, danau Brokopondo pun banyak menciptakan pulau-pulau kecil di areanya, karena dasar danau awal mulanya merupakan hutan yang berbukit-bukit. Keunikan lainnya adalah ikan yang hidup di danau ini. Menurut penduduk setempat ikan yang hidup di danau ini hanya ada 2 jenis ikan, yaitu ikan tukunari dan ikan piranha. Untuk ikan yang lainnya punah karena sudah termakan oleh ikan piranha. Sedangkan ikan tukunari masih bisa bertahan karena dia hidup dibibir danau yang tidak terlalu dalam dan gerakannya lebih gesit daripada ikan piranha. Ikan Piranha ada di danau ini karena sungai Suriname Rivier adalah salah satu cabang dari sungai Amazon. Bila dilihat sekilas ikan ini seperti ikan bawal di Indonesia tetapi perbedaan yang sangat jelas terletak pada giginya. Giginya begitu tajam, bahkan bisa memutuskan jari tangan manusia dalam sekali gigit. Nasehat yang harus diingat, jangan sekali-kali menjamah air di danau brokopondo bila kamu sedang terluka. Camkan itu!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *