Hitamnya Air Sungai di Suriname

Tak bisakah kau renungkan

Semua kisah tentang kita berdua

Saat egomu menguasai

Seluruh pikuranmu ini

Tak bisakah kau bayangkan

Angkuhnya dirimu itu

Saat kau merasa kau raja

Diatas semuanya, diatas semua cinta


Dan cobalah kau mengerti

Bukan hanya kau yang mencintaiku

Biarkan aku juga disini

Merasakan hal yang sama pada dirimu


Mungkin nanti jika aku mati

Sesalmu akan abadi

Rasuki fikiranmu


Cobalah kau mengerti

Bukan hanya kau yang mencintaiku

Biarkan aku juga disini

Merasakan hal yang sama pada dirimu

Tak bisakah kau bayangkan

Angkuhnya dirimu itu

Saat kau merasa kau raja

Diatas semuanya, diatas semua cinta


Mungkin nanti jika aku mati

Sesalmu akan abadi

Rasuki fikiranmu

 Sebuah lirik lagu dari nama grup Band Indonesia yang sepintas langsung muncul di pikiranku ketika menemukan sebuah kata “Republiek” di negara Suriname. Di Indonesia, “Republik” adalah nama band yang muncul  pada tahun 2004-an dan bermarkas di kota Bogor, Jawa Barat. Lagu diatas dulu sering sekali kudengar entah di radio, televisi ataupun teman yang sedang bermain gitar. Bahkan dalam acara festival band pun sering sekali lagu itu dinyanyikan oleh grup-grup band lokal, sehingga ketika aku menjumpai nama “Republiek”, pikiranku langsung mendendangkan lagu yang sangat beken waktu aku masih remaja.

Republiek di Suriname bukanlah nama sebuah band atau judul sebuah lagu. Tetapi nama Republiek di Suriname adalah nama tempat rekreasi. Bagi orang Suriname, Republiek adalah salah satu pilihan tempat untuk bersantai, bercengkrama dengan keluarga dan saudara di hari sabtu dan minggu. Di Suriname, hari sabtu dan minggu adalah hari keluarga alias hari libur. Hampir semua aktifitas kerja tidak ada disini kecuali toko-toko cina yang setiap hari pasti buka. Sebenarnya banyak sekali kegiatan orang-orang Suriname untuk mengisi hari keluarga salah satu contohnya adalah Cuma berkumpul bersama keluarga dan saudara sambil bakar-bakar daging yang dibumbu baberque, ada juga yang sekeluarga pergi ke kebun mereka yang ada di luar kota, dan yang hobby berburu pastilah mereka sekeluarga kemping di hutan untuk menyalurkan hobby berburu mereka. Nah, Republiek ini yang selalu menjadi incaran mereka untuk mengisi liburan sabtu-minggu.

Tempat rekreasi Republiek kalau dari Paramaribo kurang lebih menempuh perjalanan 1.5 jam ke arah bandara Internasional Zanderij. Sepanjang perjalanan menuju kesana, akan melewati daerah Lelydorp yang dikenal mayoritas penduduknya adalah Jawa Suriname. Kondisi dan situasinya kurang lebih samalah dengan Bantul jaman aku kecil. Setelah melewati Lelydorp, serasa aku dibawa ke suasana di transmigrasi sumatera. Jarak rumah satu dengan yang laennya jauh-jauh, dan mayoritas rumah yang dibangun bukan dari batu bata tetapi kayu dan penduduknya sudah mulai tidak banyak jawa suriname lagi, tetapi orang kreol (kulit hitam). Sebelum sampai di bandara nanti akan dijumpai pertigaan, bila lurus akan sampai bandara dan bila belok kanan menuju ke Republiek. Yang bisa dilihat selama perjalanan menuju ke Republiek sudah bukan rumah lagi tetapi pepohonan yang rindang dan gedhe-gedhe yang mungkin sudah puluhan tahun umurnya. Semakin mendekati ke Republiek jalan sudah mulai tidak beraspal lagi, dan kalau pas hujan pasti off road-lah. Aku dibawa lebih dalam ke sebuah hutan, yah…hutan amazon yang terkenal itu.

Rupanya, Republiek hanyalah kumpulan rumah-rumah peristirahatan di dalam hutan dan dipinggir sungai saja. Jauh dari gambaran awalku bahwa Republiek layaknya seperti Kaliurang di Sleman Yogyakarta, atau Dufan di Jakarta. Kecewa…yah..sungguh kecewa ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang bernama Republiek. Keasyikan apa yang akan ditawarkan disini? Tidak ada apa-apa sama sekali hanya ada pohon dan sungai belaka. Air di sungai daerah Republiek identik dengan warnanya yang hitam seperti minuman soda coca-cola. Bukan karena kotor atau terkontaminasi limbah, tetapi ini adalah air jernih asli dari hutan amazon. Kenapa bisa hitam? Karena hutan amazon sangat luas dan banyaknya pohon2 yang akarnya memberikan efek hitam di air sungai daerah Republiek.

Namun disaat kekecewaanku dan kebingunganku tentang mau rekreasi apa disini, diujung sungai sana ada sebuah kano kecil yang didayung mendekat, dan ketika aku berusaha mendekat ke sungai….Wow, ada permainan balap kano di sungai yang airnya sangat hitam kayak coca cola ini. Ekspresi keceriaan, kegembiraan dan sukaria nampak diwajah2 mereka. Saling teriak, saling mengejek bahkan ada yang saling mensuport. Keterkejutanku belum hilang,sudah muncul kejutan yang laen. Banyak anak-anak yang saling berlomba renang di sungai Republiek ini. Saling berjuang untuk menjadi nomor satu diantara yang laennya. Menarik! Walau hanya ada pohon dan sungai, mereka bisa tetap bahagia disini, menikmati hari keluarga bagi mereka. Menghabiskan waktu sabtu minggu untuk bergembira bersama, bermain bersama melepaskan penat setelah bekerja dari hari senin hingga jumat.

Melihat ekspresi mereka, kegembiraan mereka dan merasakan kenikmatan yang ditawarkan Republiek, tanpa menunggu lama baju dan celana ini sudah terlepas dari tempatnya. Hanya bermodal celana dalam aku dengan pede melompat kedalam air hitam layaknya coca-cola di Republiek sambil berteriak…….Yeeeeeeaaaaahhhhh (Byuuurr).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *